Dan ketika teknologi ini menjadi bagian dari kehidupan maka kemudahan-kemudahanlah yang akan didapatkan, terlebih dengan marak dan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi saat ini, sepertinya waktu dan jarak sudah tidak ada artinya lagi. Sembari melakukan checeking terhadap komentar-komentar yang masuk di weblog yang dikelola, tanpa disangka muncul sebuah nama yang sangat akrat ketika itu, kurang lebih 20 tahun yang lalu, ketika masih berada di Kampus tercinta ITB, Agus Setiawan adalah rekan satu kamar ketika bersama-sama menuntut ilmu di program D3 Kependidikan MIPA Institut Teknolgo Bandung, sejurusan pula angkatan 1987 hanya saja sohib ini lulus tahun 1991, sedang saya sendiri bersama rekan-rekan pada umumnya lulus di tahun 1990 serta merta pula kerinduan itu muncul (terutama pada penderitaan yang pernah dirasakan bersama) dan karena yang bersangkutan memberikan alamat email dan nomor telepon ya langsung di hubungi. Kondisi kedua muncul hari ini, setelah kemarin melakukan kontak telepon dengan pak de (demikian saya biasanya panggil beliau ketika di lombok) Tumijo, rekan “loro-lopo” di NTB, tepatnya di SMA Cakranegara waktu itu, yang kemudian berubah nama menjadi SMA 4 Mataram. Teringat kembali saat “dalam kondisi kritis” waktu itu karena masalah yang di hadapi di SMA Cakranegara yang akhirnya menyebabkan keputusan untuk pindah ke SMA Kediri, terasa perih sekali, tapi untungnya ada saudaraku ini yang mensupport sehingga kondisi jauh dari siapapun tersebut teringankan dengan segala yang dapat kami bagi bersama. Makasih De-Jo…., teringat juga ketika kita sama-sama “nukang” di rumah BTN Sweta, terasa sekali kekentalan persahabatan kami yang seakan tidak akan mungkin untuk terpisahkan (dan memang silaturahmi ini harus tetap terjalin), eko yang waktu itu masih bayi dan saya ajak keliling lapangan, eko yang jatuh ketika main di sepeda “federal” bapaknya, duh romantisme itu, serasa tidak akan putus untuk di ingat dan dikenang. Sekitar tahun 2000, Entah hari apa itu, saya sudah lupa yang jelas malam hari saya kedatangan “tamu agung” ya saudaraku ini yang menyampaikan keluhan sekaligus peluang, bu Emi (kepsek SMA 4 Mataram) menyampaikan kepada pakde kalau ada kemungkinan guru OR akan di pindah ke SMA 2 Narmada (kalau ga salah ni) terus pakde menyatakan, dari pada pindah masih di lombok bagaimana kalau mengusulkan pindah ke jawa saja, dan ini menjadi jalan pakde yang akhirnya sekarang ada di SMP Panjatan Kulon progo ini, Rumah di Jual, segalanya di jual (wah jadi kangen sama motor Honda-meri-ne pakde) dan saya kehilangan kakak dan saudara sependeritaan ini. De…, makasih ya…, dulu dah ngrepoti terutama ketika masa kritis saya di BTN dulu. Kalau ingat waktu itu…, wuih ngeri banget…, kok saya bisa nekat gitu ya….
oH ya de…, kalau mau lihat photo-photo keluarga saya, silahkan klik disini
Hot Coment